Grand Design BEM UNJ 2012

User Rating:  / 5
PoorBest 

    Hadirnya BEM (badan eksekutif mahasiswa) merupakan satu keniscayaan dari pergerakan pemuda sebagai pilar-pilar perubahan perbaikan bangsa dan Negara . Sebagaimana negara ini telah mengalami fase-fase berdirinya sebuah bangsa yang harus melewati berbagai kejadian dan peristiwa yang telah menjadi sebuah goresan tinta perjuangan dari semangat yang ingin terus maju dan berprestasi serta menjadikan suatu bangsa yang kuat dari segala aspek kehidupan. BEM dihari ini merupakan satu penjelmaan dari sebuah pikiran-pikiran yang terus menjadi cermin bagi perkembangan Negara hingga pada akhirnya cita-cita luhur bangsa dapat terrealisasi sebagai satu bentuk nyata kerja pemerintah sebagai wakil rakyat yang representative. BEM yang notabene di-isi oleh para pemuda tonggak perubahan yang memiliki semangat kritis dalam menapaki medan kehidupan, dimana masa-masa ini terisi dengan aktifitas akademisi yang merupakan bekal dan amunisi yang wajib dimiliki para pemuda yang tidak lain dan tidak bukan adalah yang kita sebut sebagai mahasiswa.

 

    Mengingat bahwa peran mahasiswa yang begitu besar, maka sudah sepantasnya konsistensi gerakan tetap dipertahankan. Namun seiring berjalannya waktu, pergerakan BEM yang dibawa oleh para mahasiswa makin hari makin mengalami degradasi yang bisa Kita lihat pasca reformasi 1998. Gerakan mahasiswa seakan-akan meredup, statis pasif, dan mandek. Padahal, gerakan mahasiswa saat itu mampu mengubah sejarah negeri ini. Mahasiswa mampu menumbangkan rezim otoriter Soeharto. Sebagai kekuatan besar, gerakan mahasiswa masih memiliki legitimasi moral dari masyarakat. Namun, walau harapan tinggi dari masyarakat masih dibebankan ke pundak mahasiswa, saat ini gerakan mahasiswa cenderung menurun. Mahasiswa seakan-akan tak memiliki progresivitas dan sensitivitas dalam menanggapi berbagai persoalan riil bangsa ini. Itu sangat tampak jika kita melihat ruang-ruang diskusi mahasiswa yang tak lagi diramaikan pembicaraan tentang problematika umat. Jika dahulu keterbatasan media malah membuat para aktivis kampus makin kreatif dan kritis, saat ini berbanding terbalik. Banyak gerakan mahasiswa terjebak berbagai kepentingan pribadi dan golongan, terlebih berbagai alasan yang mengatasnamakan akademik telah menjadikan mahasiswa lupa akan tugasnya sebagai social control.

   Grand design tahun  2011/2012 adalah dasar pembuatan Rencana Operasional tahun 2011/2012, Arah Kebijakan Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Rencana Kinerja, Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan universitas pada BEM UNJ. Semua rencana departemen setra biro yang ada dalam BEMUNJ harus sesuai dan diselaraskan dengan grand design. Pendanaan implementasi grand design ini berasal dari anggaran Universitas, Fakultas , dan sumber-sumber dana lainnya.

    Dalam keadaan terjadi perubahan lingkungan strategis di luar prediksi sehingga grand design menghadapi kendala besar untuk implementasinya, maka dapat dilakukan perubahan atas inisiatif pimpinan BEMUNJ dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari pihak terkait. Grand design ini harus dijabarkan dalam Rencana strategis (RENSTRA) serta Rencana Operasional (RENOP) dan dilengkapi dengan target-target indikator kinerja untuk mengevaluasi keberhasilan program-program yang tercantum di dalamnya dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam rangka menjalankan program-program tersebut.

Masalah yang kini dihadapi oleh BEM UNJ

    Sudah sewajarnya sebuah organisasi maupun lembaga memiliki tujuan dari apa yang ingin dicapai dalam satu kepengurusan. Idealnya sebuah organisasi non-profit ini seharusnya didukung oleh sumber daya mahasiswa yang memang cakap ditiap bidang-bidang divisi atau departemen biro yang ada di organisasi ini (BEM). Kita ketahui di BEM UNJ ada beberapa departemen dan biro yang melengkapi struktur dalam kepengurusan yang diantaranya :
1.    Departemen dalam Negeri
2.    Departemen Advokasi
3.    Departemen Pendidikan
4.    Departemen Sosial  Politik
5.    Departemen Informasi dan Komunikasi
6.    Biro Entreupreneur
7.    Biro Kestari

    Tercatat ada sebanyak lima departemen dan dua biro di dalam BEM UNJ yang tentunya menjadi mesin penggerak kehidupan dan aktifitas berorganisasi dikampus yang menjadi harapan para mahasiswa dimana segala bentuk pelayanan dan aspirasi harus dijalankan oleh para aktivis BEM sebagai salah satu bentuk pelayanan bagi mahasiswa ketika pihak kampus melakukan suatu kebijakan yang cedera kepentingan. Ironinya sebelum bergerak tentunya kita akan memperhatikan tujuan, langkah, serta cara yang harus ditempuh agar kedepannya dapat selaras dan seimbang serta efisien dalam bergerak. Oleh karena itu tentunya kita harus menyadari hakikat dasar perjuangan BEM dari zaman ke zaman, dimana pertanyaan seputar 5W,1H harus sudah mampu dijawab dengan sangat baik dan benar sehingga yang terjadi adalah kesepahaman dan keselarasan dalam bergerak.

    Begitu banyak asa dan cita yang terbentang ketika menapaki jenjang organisasi ditingkat akhir, dan sudah menjadi sunnatullah pula bila masalah serta benturan yang dihadapi hari ini oleh BEM UNJ-pun kian banyak dan menguras tenaga yang banyak sehingga kerap kali BEM UNJ dihantam oleh berbagai permasalahan baik yang melingkupi ke-internalan maupun ke-eksternalan dalam kerja-kerjanya, yang diantaranya secara poin- perpoin ada hal yang harus ditengok hari ini melihat semakin minimnya partisipasi mahasiswa dibidang organisasi dan semakin menggilanya para jajaran rektorat dalam membuat kebijakan. Dalam keadaan seperti inilah dibutuhkan sebuah kekuatan dan dorongan yang besar untuk dapat tetap menjaga eksistensi perjuangan sebagai lembaga yang menaungi kegiatan kampus dan control bagi pemerintah. Poin tersebut ialah :

  1. BEM UNJ mengalami fluktuatif komposisi SDM didalamnya
  2. BEM UNJ belum bisa bersinergi dengan ormawa gedung  G dalam kapasitas keakraban berorganisasi
  3. BEM UNJ secara garis besar belum memiliki arah yang jelas dalam membangun suatu isu serta menyelesaikan satu permasalahan terkait isu yang digarap
  4. BEM UNJ belum kuat dalam hubungan komunikasi dengan pihak rektorat yang teraplikatif dalam pertemuan-pertemua rutin dengan birokrat
  5. BEM UNJ masih terkesan terburu-buru dalam mengambil suatu tindakan yang langsung bersinggungan dengan BEM di fakultas maupun dijurusan sehingga penggalangan masa terkesan tidak optimal
  6. BEM UNJ belum memiliki ketegasan dalam menekan kebijakan yang tidak pro kepada mahasiswa terlebih terkait dengan masalah-masalah yang urgent di lingkup kampus
  7. BEM UNJ kurang memiliki kedekatan yang intens dengan seluruh mahasiswa terkait dengan eksistensi dan pentingnya berorganisasi dan bergerak.
  8. BEMUNJ masih belum mengoptimalkan kapasitas seluruh SDM-nya yang terdiri dari berbagai fakultas yang memiliki keunggulan masing-masing dibidang akademik sehingga garapan dan program kerja yang ada terkesan kurang optimal dan menyeluruh.

    Dari berbagai masalah tersebut yang telah saya jabarkan tentunya belum-lah ada apa-apanya dibandingkan realita dilapangan yang terjadi pada hari ini. Karena statement tersebut lahir hanya dari pandangan dan analisis sepihak yang belum mengedepankan objektifitas melalui data-data yang valid. Kendati demikian hal itulah yang merupakan titik ukur untuk BEMUNJ kedepan yang lebih bersahabat dan bermanfaat.

    Kedepan yang perlu dilihat ketika BEMUNJ harus menjadi lembaga pelayan masyarakat dalam hal ini (mahasiswa) sudah tentulah menjadi suatu pijakan yang tidak boleh terabaikan meskipun hari ini kampus negeri yang berdiri megah diantara berbagai kampus yang ada dijakarta tentu kita hanya mengenal UNJ sajalah sebagai pusat motor pergerakan mahasiswa yang diusung oleh kampus negeri. Namun apalah daya kata “negeri” pada hari ini tidak ubahnya sebagai pelengkap dan pemanis saja karena tidak adanya perbedaan yang dirasa dengan kampus swasta. Hal ini tidak lain dan tidak bukan merupakan permainan polotik yang digulirkan oleh pemerintah dalam skala besar. Dan oleh karenanya BEMUNJ tidak dapat menutup diri dari peran control pemerintah yang ada saat ini. Sehingga ada begitu banyak hal yang menjadi titik bergeraknya untuk terus menjadi lembaga yang bermanfaat:

    Bidang-bidang kerja yang harus digarap agar focus kerja dapat berjalan sesuai keinginan dan harapan seluruh pengurus maka akan terbagi menjadi 3 ranah gerak juang yang saya jewantahkan yaitu :

1.     Sisi Internal : dimana BEMUNJ sebagai organisasi non-profit tentunya tidak akan berorientasi pada keuntungan material semata dalam aplikasi kerjanya, hanya saja tidak menutup mata bahwa organisasi ini membutuhkan SDM-SDM yang berkompeten untuk mengawal pergerakan yang solutif dan pelayanan yang fasilitatif bagi mahasiswa kampus. Sehingga dalam pengadaan program kerja tentunya BEMUJ perlu dukungan dari tim internal yang kokoh dan kompak yang salah satunya teraplikasi dari banyaknya SDM keanggotaan BEMUNJ yang hadir dari tiap-tiap fakultas yang ada di UNJ.
2.     Sisi Kampus : Begitu banyak masalah yang dihadapi kali ini tidak oleh BEMUNJ saja namun seluruh masyarakat UNJ dengan berbagai peraturan dan kebijakan rektorat serta dekanat yang tidak seimbang dan cenderung melakukan liberalisasi dikampus pendidikan. Kita ketahui ada berbagai isu dan masalah UNJ yang seharusnya menjadi titik pengawasan BEMUNJ pada pihak birokrasi kampus sebelum melangkahkan kakinya untuk tataran yang lebih tinggi atau (luar kampus)
3.     Sisi Eksternal : Sudah menjadi kewajaran apabila BEMUNJ mengamalkan nilai-nilai luhur dari tri darma perguruan tinggi yang diantaranya kita lebih sepakat apabila melihat wajah Negara serta kekisruhannya maka satu poin yang diambil setelah 2 poin dasar yang harus terpenuhi yaitu “pengabdian masyarakat”. Sehingga tidak melulu memikirkan kampus saja tapi BEMUNJ bertindak adil dalam menjadi oposisi maupun koalisi pemerintahan pada saat bagaimanakah menjadi oposisi dan saat seperti apa harus berkoalisi.

Setelah menimbang serta menganalisis pentingnya BEMUNJ ini terus menambah kapasitasnya dalam menjadi organisasi yang representative mahasiswa dan miniature Negara maka dirumuskanlah berbagai isu yang hari ini harus diperbaiki, dikawal, dan dijaga agar tetap dapat berefek bagi perbaikan diri, lingkungan, kampus, bangsa dan Negara.
Isu-isu yang wajib digarap kedepan ;

  • MOTIVASI BERORGANISASI
  • BUDAYA AKADEMIS
  • PERGERAKAN MAHASISWA
  • KOMUNIKASI DAN KONEKSI
  • MINIM PRESTASI
  • MINIM PENDANAAN
  • MINIM FASILITAS
  • ISU KENAIKAN HARGA BAYARAN SPP
  • ISU KENAIKAN HARGA WISUDA 096
  • ISU PEMBANGUNAN 5 GEDUNG BARU
  • ISU PENGELOLAAN AKADEMIK DAN PEMBERDAYAAN DOSEN
  • ISU TRANSPARANSI ANGGARAN
  • ISU PELAYANAN BAAK
  • ISU PEMILIHAN REKTOR
  • KERJASAMA KAMPUS DENGAN MITRA INSTANSI LUAR
  • PENYALURAN BEASISWA DAN DANA BANTUAN UNTUK MAHASISWA
  • JARINGAN DAN PERAN ALUMNI
  • KOMUNIKASI DENGAN MASYARAKAT GD. G
  • PENGUATAN PERAN BEM SI DAN JABODETABEK
  • PILKADA JAKARTA 2012


“SEBENTUK CINTA LANGIT YANG MENGALIR PADA INSAN YANG SENANTIASA MERAJUT DOA, MENATA USAHA, DAN BERGERAK DALAM MEDAN KATA DAN AMAL NYATA…”

IZINKAN KAMI MENATA KEMBALI TAMAN PERADABAN ITU…

 
Free business joomla templates